REKOMENDASI BENTUK PENGEMBANGAN RUANG TERBUKA HIJAU DI KOTA PONTIANAK MENGGUNAKAN METODE AHP-COPRAS

Authors

  • Dwi Marisa Midyanti Tanjungpura University

DOI:

https://doi.org/10.24114/cess.v3i2.9987

Abstract

Ruang Terbuka Hijau (RTH) Ruang Terbuka Hijau (RTH) adalah area memanjang/jalur dan /atau mengelompok, yang penggunaannya bersifat terbuka, tempat tumbuh tanaman, baik yang tumbuh secara alamiah maupun yang sengaja ditanam. RTH di kawasan perkotaan membutuhkan strategi dan desain tertentu dalam pengembangannya. Penelitian ini akan merekomendasikan bentuk pengembangan RTH di Kota Pontianak dari hasil perhitungan dengan menggunakan metode AHP-COPRAS. Metode AHP digunakan untuk menghitung bobot-bobot dari 4 kriteria yaitu ekologi, sosial, ekonomi dan estetika. Metode COPRAS digunakan untuk menentukan alternatif terbaik dari 24 kriteria yang ada. Dari hasil perhitungan AHP-COPRAS didapat alternatif terbaik untuk bentuk RTH di Kota Pontianak adalah Kawasan Penyerap Air Hujan. Terdapat 7 alternatif yang di rekomendasikan berdasarkan  nilai indeks kinerja (Pi) diatas rata-rata yaitu Kawasan Penyerap air hujan, Kawasan Pemicu kreativitas dan produktivitas, Kawasan paru-paru Kota, Jalur paru-paru Kota, Jalur Penyerap air hujan, Kawasan Sarana olahraga, pendidikan dan rekreasi dan Jalur Keindahan kota.

References

Republik Indonesia, 2007,Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, Presiden Republik Indonesia, Jakarta.

Republik Indonesia, 2007, Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang Terbuka Hijau Kawasan Perkotaan. Menteri Dalam Negeri, Jakarta,

Wahidin (2017) Manfaatkan Lahan Kosong Untuk Dijadikan Ruang Terbuka Hijau. [online]. Available : http://pontianak.tribunnews.com.

Erwin, R.D., œPenentuan Prioritas Pengembangan Ruang Terbuka Hijau di Kota Pontianak Menggunakan Merode Analytical Hierarchy Process(AHP), M.T. thesis, Program Studi Magister Teknik Sipil, Universitas Tanjungpura, Pontianak, Dec. 2017.

Muhardono, A., and Isnanto, R.R., œPenerapan Metode AHP dan Fuzzy Topsis Untuk Sistem Pendukung Keputusan Promosi Jabatan, Jurnal Sistem Informasi Bisnis, vol. 4(2), pp. 108“115. 2014.

Popivic, G., et all., œInvestment Project Selection By Applying COPRAS Method and Imprecise Data, Serbian Journal of Management, vol. 7(2), pp. 257-269. 2012.

Podvezko, V., œThe Comparative Analysis of MCDA Methods SAW and COPRAS, Inzinerine Ekonomika-Engineering Economics, vol. 22(2), pp. 134-146. 2011.

Yazdani-Chamzini, A., et all., œSelecting The Optimal Renewable Energy Using Multi Criteria Decision Making, Journal of Business Economics and Management, vol. 14(5), pp. 957-978. 2013.

Kusumadewi, S., et all., Fuzzy Multi-Attribute Decision Making (FUZZY MADM), 1st ed., Yogyakarta : Graha Ilmu, 2006.

Das, M.C, et all., œA Framework to Measure Relative Performance of Indian Technical Institutions Using Integrated Fuzzy AHP and COPRAS Methodology, Socio-Economic Planning Scineces, vol. 46, pp. 230-241, Sep. 2012.

Winarto and Ciptomulyono, U., œPenerapan Analytical Hierarchy Proses (AHP) Pada Penentuan Bentuk Organisasi (Studi Kasus di PT CVX, Steam and Supply Team), Prosiding Seminar Nasional Manajemen Teknologi XVIII, pp. A-47-2 “ A-47-10, Jul. 2013.

Downloads

Published

2018-08-01

Issue

Section

Articles