Pergeseran Partisipasi Sosial (Masyarakat) dalam Masa Pandemi COVID-19 (Tinjauan Fenomenologis Individu Selama Pandemi COVID-19)
DOI:
https://doi.org/10.24114/jk.v19i1.29453Keywords:
Individuals, Sosial, Participation, Pandemic, Individu, Partisipasi, Pandemi, Pancasila.Abstract
AbstractIn this study, my research theme focuses on the phenomenon of Indonesian individual social involvement in responding to the reality of the COVID-19 pandemic. If in normal situations, individual involvement in society looks active. The encounter between individuals becomes a tangible form of the involvement and presence of individuals in society. The focus of this study is to look at the different meanings of the presence and involvement of individuals in society during a pandemic. Each individual can participate in society through their ways. This research study uses a literature methodology. This method is carried out by exploring the phenomena that occur in the community during this pandemic. The finding in this study is the phenomenon of the presence of individuals in a limited society. Limited encounters between individuals remain a form of social engagement but in a different way. Thus, the term "people lying down" was born amid Indonesian society. Real presence is no longer face-to-face, but each struggle for the common good. Thus, the final goal achieved remains the same, but the means and expressions of participation have differences.-----------AbstrakDalam studi ini fokus tema penelitian saya ialah pada fenomena keterlibatan sosial individu Indonesia dalam menanggapi realitas pandemi COVID-19. Jika dalam situasi normal, keterlibatan individu dalam sosial terlihat aktif. Perjumpaan antar individu menjadi bentuk nyata dari keterlibatan dan kehadiran individu dalam masyarakat. Fokus studi ini ialah melihat perbedaan makna kehadiran dan keterlibatan individu dalam sosial selama masa pandemi. Masing-masing pribadi dapat berpartisipasi dalam sosial melalui cara-caranya masing-masing. Studi penelitian ini menggunakan metodologi kepustakaan. Metode ini dilakukan dengan menggali fenomena-fenomena yang terjadi di masyarakat selama masa pandemi ini. Temuan dalam studi ini adalah fenomena kehadiran individu dalam sosial secara terbatas. Perjumpaan antar individu yang terbatas, tetap menjadi bentuk keterlibatan sosial namun dengan cara yang berbeda. Sehingga lahirlah istilah kaum rebahan di tengah sosial Indonesia. Kehadiran nyata bukan lagi bertemu secara langsung, tetapi berjuang masing-masing demi kebaikan bersama. Dengan demikian, tujuan akhir yang dicapai tetap sama, namun cara dan ungkapan partisipasi memiliki perbedaan.References
Adon, M. (2021). New Normal sebagai Politik Bonum Commune di Masa Pandemi. Jurnal Budaya Nusantara, 4(2), 231“241. https://doi.org/10.36456/b.nusantara.vol4.no2.a3219
Anggarini, S. (2020). Fenomena Dalam Berita COVID-19. Jurnal Audience: Jurnal Ilmu Komunikasi, 3(2), 224“249. https://doi.org/10.33633/JA.V3I2.3628
Arianto. (2015). œMenuju Persahabatan Melalui Komunikasi Antarpribadi Mahasiswa Beda Etnis (Studi Kasus Di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tadulako). KRITIS: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin, 1(2), 219“229.
Creswell, J. W. (2013). Penelitian Kualitatif dan Desain Riset: Memilih di Antara Lima Pendekatan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approach. Sage publications.
Dewi, Y. R. (2017). Hubungan Antara Self Monitoring Dengan Altruisme Pada Anggota Komunitas Save Street Child Surabaya. Character: Jurnal Penelitian Psikologi, 4(1), 1“6.
Eddyono, A. S., HT, F., & Irawanto, B. (2019). Jurnalisme Warga: Liyan, Timpang dan Diskriminatif. Profetik: Jurnal Komunikasi, 12(1), 61“73. https://doi.org/10.14421/pjk.v12i1.1498
Febrieta, D. (2016). Relasi Persahabatan. Jurnal Karya Ilmiah, 16(2), 152“158.
Hantono, D., & Pramitasari, D. (2018). Aspek Perilaku Manusia Sebagai Makhluk Individu dan Sosial pada Ruang Terbuka Publik. Nature: National Academic Journal of Architecture, 5(2), 85“93. https://doi.org/10.24252/nature.v5i2a1
Hardiman, F. B. (2021). Aku Klik Maka Aku Ada. Yogyakarta: Kanisius.
Hia, R. (2015). Konsep Relasi Manusia Berdasarkan Pemikiran Martin Buber. Melintas, 30(3), 303“322. https://doi.org/10.26593/mel.v30i3.1448.303-322
Karim, B. A. (2020). Teori Kepribadian dan Perbedaan Individu. Education and Learning Journal, 1(1), 40“49. https://doi.org/10.33096/eljour.v1i1.45
Minza, W. M., Faturochman, F., Muhiddin, S., & Anggoro, W. J. (2022). Adaptasi Individual dan Kolektif: Respons Masyarakat Indonesia Menghadapi Pandemi COVID-19. Jurnal Psikologi Sosial, 20(1), 1“15. https://doi.org/10.7454/jps.2022.03
Muafani. (2021). Pemanfaatan Teknologi Informasi Di Tengah Pandemi Covid-19 Dalam Pemberdayaan Masyarakat. Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ, 8(2), 134“139. https://doi.org/10.32699/ppkm.v8i2.1587
Permana, A. D. (2020). Paus Fransiskus Merangkul Liyan. Jurnal Teologi, 09(01), 11“26. https://doi.org/10.13109/9783666303173.169
Prasetyo, D., & Irwansyah. (2020). Memahami Masyarakat dan Perspektifnya. Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial, 1(1), 163“175. https://doi.org/10.38035/JMPIS.V1I1.253
Putra, A. (2014). Peran Smartphone dalam Interaksi Sosial Anak Muda (Studi Deskripsi kualitatif Peran Smartphone Dalam Kelompok Persahabatan Anak Muda). Jurnal Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.
Riyanto, A. (2011). Berfilsafat Politik. Yogyakarta: Kanisius.
Riyanto, A. (2018). Relasionalitas Filsafat Fondasi Interpretasi: Aku, Teks, Liyan, Fenomen. Yogyakarta: Kanisius.
Romdani, L. N., & Suryadi, K. (2021). Pilkada Dalam Pandemic: Bagaimana Warga Negara Memaknai Demokrasi Indonesia. Jurnal Kewarganegaraan, 18(2), 74“83. https://doi.org/10.24114/JK.V18I2.23416
Santoso, M. B. (2017). Mengurai Konsep Dasar Manusia Sebagai Individu Melalui Relasi Sosial Yang Dibangunnya. Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, 4(1), 104“109. https://doi.org/10.24198/jppm.v4i1.14217
Sari, Y. I. (2020). Sisi Terang Pandemi COVID-19. Jurnal Ilmiah Hubungan Internasional, 0(0), 89“94. https://doi.org/10.26593/jihi.v0i0.3878.89-94
Siam, N. U., Nurhadiyanti, & Prasetyo, E. B. (2021). Identifikasi Pelayanan Publik di era Work From Home (WFH). Indonesian Governance Journal, 04(01), 80“90. https://doi.org/https://doi.org/10.24905/igj.v4i1.1821
Teichman, J. (2011). Etika Sosial. Yogyakarta: Kanisius.
Yoga, S. (2019). Perubahan Sosial Budaya Masyarakat Indonesia Dan Perkembangan Teknologi Komunikasi. Jurnal Al-Bayan, 24(1), 29“46. https://doi.org/10.22373/albayan.v24i1.3175
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 Ignasius Putra Kurniawan
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors published with the Jurnal Kewarganegaraan agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal the right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work. (See The Effect of Open Access)
Licence
Jurnal Kewarganegaraan is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.