Reinterpretasi Keude Kupi Sebagai Axis Mundi Masyarakat Aceh dalam Bentuk Dialog Bunyi

Main Article Content

Rico Gusmanto
Surya Rahman

Abstract

Kehidupan masyarakat Aceh tidak bisa dipisahkan dengan keude kupi (warung kopi). Banyak aktivitas masyarakat yang dilakukan di keude kupi, sehingga menimbulkan stigma negatif terhadap tempat ini. Stigma negatif tersebut ditinjau dari banyaknya aktivitas membuang-buang waktu, seperti duduk berlama-lama saban hari di keude kupi, padahal dibalik stigma tersebut terdapat nilai sosial yang terjadi. Nilai sosial ini dibentuk dengan adanya interaksi sosial antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok. Dengan terjadinya interaksi sosial ini, komunikasi yang terbentuk dapat menghasilkan berbagai macam informasi, sehingga banyak masyarakat yang menjadikan keude kupi sebagai axis mundi. Gagasan ini diaktualisasikan melalui karya seni musik dengan menginterpretasikan kembali interaksi sosial tersebut ke dalam bentuk penggarapan dialog bunyi. Tujuan dari penelitian karya seni ini adalah untuk mengaktualisasikan interaksi sosial di keude kupi sebagai axis mundi masyaraat Aceh melalui dialog bunyi menggunakan pendekatan reinterpretasi. Untuk merealisasikan tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan metode penciptaan dengan menggabungkan proses penciptaan musik dari Pande Made Sukerta (Menyusun Gagasan Isi, Menyusun Ide Garapan, Menentukan Garapan) dan teori garap dari Rahayu Supanggah (Materi Garap, Pengarap, Sarana Garap, Prabot, Penentu Garap, dan Pertimbangan Garap).

Article Details

Section
Grenek Music Journal
Author Biographies

Rico Gusmanto, Institut Seni Budaya Indonesia Aceh

Program Studi Seni Karawitan

Surya Rahman, Institut Seni Budaya Indonesia Aceh

Prodi Seni Karawitan

References

Eliade, M. (2002). Mitos Gerakan Kembali Yang Abadi Kosmos dan Sejarah. Yogyakarta: Ikon Terakitera.

Firmansyah, E. O., & Nugrahandika, W. H. (2014). Pemanfaatan Warung Kopi Sebagai Ruang Publik di Kota Banda Aceh. Universitas Gadjah Mada.

Gerungan. (2010). Psikologi Sosial. Bandung: PT. Refika Aditama.

Gusmanto, R., Cufara, D. P., & Ihsan, R. (2021). Kekitaan: Komposisi Musik Yang Mengungkap Identitas Budaya Kabupaten Pasaman Barat. Ekspresi Seni: Jurnal Ilmu Pengetahuan Dan Karya Seni, 23(1), 18-34.

Jubagarang, J. (2018). œCang Panah Kebersamaan. Retrieved June 17, 2022, from Steemit website: https://steemit.com/indonesia/@jubagarang/cang-panah-kebersamaan-aa76f81f907e8

Kemdikbudristek. (2016a). Bunyi. Retrieved June 17, 2022, from KBBI Daring website: https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/bunyi

Kemdikbudristek. (2016b). Dialog. Retrieved June 17, 2022, from KBBI Daring website: https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/dialog

Khairani, C. (2015). Pendorong Interaksi Sosial Masyarakat Aceh Dalam Warung Kopi. Lentera: Jurnal Ilmiah Sains Dan Teknologi, 14(10), 50“57. Retrieved from http://jurnal.umuslim.ac.id/index.php/LTR1/article/view/277

Muliawati, I., Ismail, N. M., & Zalha, F. B. (2019). Acehnese Adolescents™ Awarenes of Acehnese Idiom and Simile. Studies in English Language and Education, 6(2), 319“332.

Mursyidin. (2018). Pergeseran Pola Interaksi Warung Kopi pada Masyarakat Aceh Barat. Community: Pengawas Dinamika Sosial, 4(2), 201“210.

Pebriana, P. H. (2017). Analisis Penggunaan Gadget terhadap Kemampuan Interaksi Sosial pada Anak Usia Dini. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 1(1), 1“11.

Rahman, S., Sidharta, O., & Sastra, A. I. (2017). Sorak Rang Balai: Dendang Sebagai Representasi dan Identitas Metode Promosi dalam Budaya Dagang Masyarakat Minangkabau. Bercadik: Jurnal Pengkajian Dan Penciptaan Seni, 4(2), 206“212.

Ruhadi, & Herlina. (2013). Dampak Keberadaan Kedai Kopi Bagi IPK Mahasiswa di Kota Banda Aceh. Serambi Ilmu, 14(2), 106“118.

Setiawan, H. (2011). Landasan Konseptual Perencanaan dan Perancangan Pusat Pendidikan Musik di Yogyakarta. Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

Soekanto, S. (2010). Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Press.

Soeriadiredja, P. (2013). Rumah Tradisional Sumba: Tempat Pertemuan Manusia dengan Para Dewa. In Prajnaparamita: Jurnal Museum Nasional. Jakarta: Museum Nasional, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Sukerta, P. M. (2011). Metode Penyusunan Karya Musik (Sebuah Alternatif). Surakarta: ISI Press Solo.

Wulandari, T. S., Aliyudin, M., & Dewi, R. (2019). Musik sebagai Media Dakwah. Tabligh: Jurnal Komunikasi Dan Penyiaran Islam, 4(4), 448“466.

Xiao, A. (2018). Konsep Interaksi Sosial dalam Komunikasi, Teknologi, Masyarakat. Jurnal Komunikasi, Media Dan Informatika, 7(2), 94“99.